Rabu, 28 Desember 2011

Air Untuk Masa Depan

“Perang masa depan tidak akan dipicu oleh perebutan emas hitam (minyak) melainkan oleh perebutan emas biru (air)”, kalimat itu keluar dari mulut mantan Wakil Presiden Bank Dunia, Ismail Seregeldin dalam sebuah forum air sedunia.
T
 eman-teman tak perlu mengernyitkan dahi, karena faktanya air telah menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan manusia. Tanpa air, kehidupan di muka bumi akan punah. Bahkan, indikator pencarian planet baru yang bisa dikatakan layak huni adalah ketika terdapat sumber air yang bisa menghidupi seluruh jenis makhluk yang menempati planet tersebut. Hal ini sudah sangat jelas menunjukkan air sebagai sesuatu yang harus dimiliki dan merupakan sumber kehidupan.
Air yang memiliki nama lain dihidrogen monoksida adalah zat atau unsur yang terpenting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, lain halnya dengan di planet lain. Air yang volumenya mencapai 1,4 triliun kilometer kubik  (330 juta mil3) pun ternyata menutupi lebih dari 2/3 permukaan bumi kita.